Suara Perempuan Adat Indonesia dalam Forum Internasional High Level Political Forum 2018

Media Zone High Level Political Forum 2018. (Sumber: Indigenous Peoples Major Group)

Bagi Perempuan Adat perlindungan hak masyarakat adat atas wilayah adat tak tepisahkan (indivisibility) dari hak kolektif dan individu. Meliputi hak wilayah kelolanya, hak pengetahuan, hak pangan, hak obat-obatan tradisional, hak kesehatan dan hak ekonominya. Perlindungan ini harus terwujud pencapaiannya dalam RUU Masyarakat Adat yang masih dalam proses realisasi dan SDGs Agenda 2030.

Lanjutkan membaca “Suara Perempuan Adat Indonesia dalam Forum Internasional High Level Political Forum 2018”

PEREMPUAN ADAT & MASYARAKAT ADAT ADALAH SUBJEK UTAMA SDGs

Kertas Posisi PEREMPUAN AMAN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

 

‘Leave no one Behind’ harus berarti benar-benar tidak  boleh ada seorangpun ditinggal dalam pembangunan yang berkelanjutan”

 

LATAR BELAKANG

PBB memperkirakan jumlah masyarakat adat di dunia sebanyak 370 juta jiwa. Sekitar 2/3 dari total populasi masyarakat adat terkonsentrasi di Asia, sehingga Asia dapat dikatakan merupakan wilayah yang memiliki tingkat keragaman budaya tertinggi di dunia. Dengan kekayaan pengetahuan tradisional, warisan dan sistem pengelolaan sumber daya alam berkelanjutannya, masyarakat adat mampu secara aktif berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di negara masing-masing. Namun, masyarakat adat di wilayah Asia kerap dipinggirkan dari rencana pembangunan serta konsep “pembangunan” versi masyarakat adat berangsur-angsur dirusak. Tanah, sumber daya alam dan wilayah masyarakat adat saat ini telah dan masih diambil alih untuk “pembangunan nasional” dan untuk “konservasi” tanpa persetujuan masyarakat adat. Lanjutkan membaca “PEREMPUAN ADAT & MASYARAKAT ADAT ADALAH SUBJEK UTAMA SDGs”

HerStory 3: Memperjuangkan Hak Ulayat dan Kepemimpinan Perempuan Adat di Asia

Buku ini merepresentasikan suara dan pengalaman perempuan adat terutama di Asia yang diperkirakan sebanyak 110 juta jiwa. “HerStory” disusun sebagai kompilasi dari pengalaman perempuan adat Indonesia, Kamboja, India, Nepal, Thailand, Malaysia dan Filipina yang mencerminkan kondisi dan perjuangan akar rumput para perempuan adat. Lanjutkan membaca “HerStory 3: Memperjuangkan Hak Ulayat dan Kepemimpinan Perempuan Adat di Asia”