Buletin Ina Tana PEREMPUAN AMAN Edisi Pertama 2018. Didukung oleh Regnskogfondet (Rainforest Foundation Norway).

Salam Berkeadilan dan Setara,

Untuk Perempuan Adat seluruh Nusantara,

Dengan penuh rasa syukur, telah terbit Buletin Ina Tana PEREMPUAN AMAN Edisi Pertama 2018 “Pentingnya RUU Masyarakat Adat”. Tulisan-tulisan didalamnya adalah hasil torehan dari tangan Perempuan Adat, berasal dari kampung-kampung yang tersebar di seluruh Nusantara. Silahkan unduh di sini Buletin Ina Tana I (61118)_opt(1)

“Mereka, perempuan adat bahkan tidak percaya atau bahkan tidak dipercayai dapat menulis. Stigma atau label itu kuat sekali tertanam sehingga proses menghadirkan tulisan-tulisan perempuan adat ini berada dalam genggaman kita menjadi suatu perjalanan yang menantang bagi tim redaksi,” Devi Anggraini, Ketua Umum PEREMPUAN AMAN dalam Tajuk Ina.

Selamat Membaca…

Salam Semangat!

Tim Redaksi Ina Tana

Suara Perempuan Adat Indonesia dalam Forum Internasional High Level Political Forum 2018

Media Zone High Level Political Forum 2018. (Sumber: Indigenous Peoples Major Group)

Bagi Perempuan Adat perlindungan hak masyarakat adat atas wilayah adat tak tepisahkan (indivisibility) dari hak kolektif dan individu. Meliputi hak wilayah kelolanya, hak pengetahuan, hak pangan, hak obat-obatan tradisional, hak kesehatan dan hak ekonominya. Perlindungan ini harus terwujud pencapaiannya dalam RUU Masyarakat Adat yang masih dalam proses realisasi dan SDGs Agenda 2030.

Lanjutkan membaca “Suara Perempuan Adat Indonesia dalam Forum Internasional High Level Political Forum 2018”

PEREMPUAN ADAT & MASYARAKAT ADAT ADALAH SUBJEK UTAMA SDGs

Kertas Posisi PEREMPUAN AMAN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

 

‘Leave no one Behind’ harus berarti benar-benar tidak  boleh ada seorangpun ditinggal dalam pembangunan yang berkelanjutan”

 

LATAR BELAKANG

PBB memperkirakan jumlah masyarakat adat di dunia sebanyak 370 juta jiwa. Sekitar 2/3 dari total populasi masyarakat adat terkonsentrasi di Asia, sehingga Asia dapat dikatakan merupakan wilayah yang memiliki tingkat keragaman budaya tertinggi di dunia. Dengan kekayaan pengetahuan tradisional, warisan dan sistem pengelolaan sumber daya alam berkelanjutannya, masyarakat adat mampu secara aktif berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di negara masing-masing. Namun, masyarakat adat di wilayah Asia kerap dipinggirkan dari rencana pembangunan serta konsep “pembangunan” versi masyarakat adat berangsur-angsur dirusak. Tanah, sumber daya alam dan wilayah masyarakat adat saat ini telah dan masih diambil alih untuk “pembangunan nasional” dan untuk “konservasi” tanpa persetujuan masyarakat adat. Lanjutkan membaca “PEREMPUAN ADAT & MASYARAKAT ADAT ADALAH SUBJEK UTAMA SDGs”