Kerja Kami

Tuntutan Masyarakat Adat Naulu Atas RUU Masyarakat Adat

Tuntutan Atas RUU Masyarakat Adat

Meretas Jalan Organisasi Perempuan Adat

PROGRAM KERJA

Periode: Tahun 2015-2020

1. Penguatan perempuan adat untuk menjadi dirinya sendiri yang memiliki kesadaran kritis akan kedaulatan atas dirinya dan kehidupannya.

2. Terintegrasinya hak-hak perempuan adat dalam UU Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat, UU Kesetaraan dan Keadilan Gender, UU Kebudayaan, UU Pangan, UU Penangan Konflik Sosial, Peraturan Perundang-undangan lainnya, kebijakan dan program-program pembangunan di Indonesia, serta di dalam aturan-aturan di tingkat komunitas.

3. Memperkuat peran dan posisi perempuan adat dalam pengambilan keputusan terkait penguasaan dan pengelolaan wilayah adat dan sumber-sumber kehidupan di dalamnya yang berdasarkan pengetahuan dan ketrampilan perempuan adat.

4. Memperkuat sistem pewarisan pengetahuan dan ketrampilan perempuan adat antar generasi.

5. Membangun dan memperkuat mekanisme untuk memastikan kesetaraan dan keadilan gender dalam berbagai pola relasi dan pengambilan keputusan di tingkat keluarga, komunitas, organisasi, dan negara.

6. Penguatan kader dan kepemimpinan perempuan adat yang mandiri, kritis, serta sadar akan hak-hak perempuan adat dan masyarakat adat.

7. Membangun pemahaman tentang kesadaran tentang kekerasan terhadap perempuan adat serta membangun mekanisme pemulihan.

Tanah – Sebuah Film Dokumentasi PEREMPUAN AMAN 2018. Didukung oleh: Regnskogfondet (Rainforest Foundation Norway)

Tanah

Sebuah film dokumentasi PEREMPUAN AMAN.
 
Film ini menggambarkan tentang tanah dari perspektif Perempuan Adat. Bagi Perempuan Adat, tanah tak hanya sekadar sumber penghidupannya tetapi juga anak, keluarga dan komunitas adatnya. Perampasan tanah melalui konsesi perkebunan, industri pengelolaan hutan, tambang termasuk konsesi konservasi malah menjauhkan Perempuan Adat dari sumber penghidupan.
 
Tak sedikit dalam situasi konflik, Perempuan Adat secara kolektif di barisan depan dalam memperjuangkan Wilayah Adat. Konflik bahkan merajalela hingga di tingkat keluarga. Dalam situasi konflik sumberdaya alam, perempuan adat rentan kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat (intimate violence).
 
Perjuangan Perempuan Adat atas tanah bukanlah perjuangan menolak pembangunan, tapi menolak lokasi pembangunan. Karena tanah (Wilayah Adat) bagi Perempuan Adat tak hanya sekadar sumber penghidupan tetapi melekat sebagai identitasnya, tanah kelahirannya dan tanah tumpah darahnya.
 
#perempuanadat #masyarakatadat #tanah #hakhakkolektif #sumberpenghidupan #wilayahadat #tujuanpembangunanberkelanjutan #sahkanruumasyarakatadat #lindungihakperempuanadat

Buletin Ina Tana PEREMPUAN AMAN Edisi Pertama 2018 Didukung oleh Regnskogfondet (Rainforest Foundation Norway)

Salam Berkeadilan dan Setara,

Untuk Perempuan Adat seluruh Nusantara,

Dengan penuh rasa syukur, telah terbit Buletin Ina Tana PEREMPUAN AMAN Edisi Pertama 2018 “Pentingnya RUU Masyarakat Adat”. Tulisan-tulisan didalamnya adalah hasil torehan dari tangan Perempuan Adat, berasal dari kampung-kampung yang tersebar di seluruh Nusantara. Sila unduh di sini Buletin Ina Tana I (61118)_opt

“Mereka, perempuan adat bahkan tidak percaya atau bahkan tidak dipercayai dapat menulis. Stigma atau label itu kuat sekali tertanam sehingga proses menghadirkan tulisan-tulisan perempuan adat ini berada dalam genggaman kita menjadi suatu perjalanan yang menantang bagi tim redaksi,” Devi Anggraini, Ketua Umum PEREMPUAN AMAN dalam Tajuk Ina.

Selamat Membaca…

Salam Semangat!

Tim Redaksi Ina Tana