Berita

Perjalanan PEREMPUAN AMAN dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara 1999-2017

Hasrat menghadirkan sejarah PEREMPUAN AMAN, lahir dari kekhawatiran betapa perempuan-perempuan adat mengalami kegagapan menceritakan organisasinya, bagian dari upayanya memperjuangkan pengakuan identitas diri sebagai perempuan adat. Bukan.. Bukan ingin menyudutkan perempuan adat apalagi menyalahkan mereka. Berkumpul, berbagi, melakukan konsolidasi masih menjadi barang mahal bagi perempuan adat. Hal ini dapat terlihat melalui perjalanan menghadirkan perempuan adat dari …

Ketulusan Indo Nari, Sando Pea dari Komunitas Adat Kaluppini

Ketulusan Indo Nari, Sando Pea dari Komunitas Adat KaluppiniKomunitas adat Kaluppini di Kabupaten Enrekang adalah satu komunitas adat yang masih sangat kuat dalam menjaga tradisi dan adat istiadat. Sebagian banyak tradisi dan adat istiadat masih dijalankan secara kuat hingga hari ini, yang sangat kental dengan tradisi Islam. Salah satu pranata budaya yang masih bertahan hingga …

SEKOLAH ADAT SAMABUE

Masyarakat adat sudah mendapatkan pendidikan yang bersifat formal mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Dalam pendidikan formal masyarakat adat dituntut untuk bias baca tulis dan mengetahui sejarah Indonesia yang didominasi oleh sejarah kerajaan. Masyarakat adat juga mempelajari bahasa Indonesia serta bahasa asing. Pendidikan formal membuat masyarakat adat harus bercita-cita meninggalkan kampong halaman demi mengenyam pendidikan …

NARASI PEREMPUAN ADAT ATAS RUANG HIDUPNYA

Bogor, 16/12/2016. Salah Satu Misi Persekutuan Perempuan Adat Nusantara – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PEREMPUAN AMAN) adalah membela dan memperjuangkan pengakuan, penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak perempuan adat serta penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan adat. Menghadirkan narasi perempuan adat terkait sumberdaya alam merupakan satu bagian dari upaya untuk merealisasikan misi PEREMPUAN AMAN tersebut. Harapan …

Dari Tidak Tahu Menjadi Tahu

“Kami ingin menelusuri sejarah, tapi tidak tahu memulainya bagaimana” ucap Wilhelmina di sela-sela istirahat kepada saya. Pernyataan Perempuan adat Tana Bu Wolo One, Ende itu saya terima di hari terakhir pelatihan etnografi dan pemetaan partisipatif berperspektif gender. Hari itu adalah sesi turun lapangan bagi peserta untuk menguasai metode wawancara mendalam dan metode tutur perempuan. Baru …

Nai Sinta Boru Sibarani, Perempuan Adat Pejuang Tano Batak

Sugapa, kampung adat yang menorehkan sejarah penting dalam meletakkan perlawanan terhadap kehadiran Inti Indorayon Utama (IIU) di Porsea. Dimulai oleh 10 orang perempuan adat (inang) yang melakukan penolakan atas kehadiran perusahaan di tanah adat warisan Raja Sidomdom Baringbing di areal Parsibarungan, Sugapa. Tanah ini adalah ladang, sumber hidup bagi perempuan dan keluarganya yang dirampas. Dalih …

Mama Yosepha, Inspirasi Perempuan Adat Nusantara

Yosepha Alomang perempuan berbadan kecil berkulit hitam dan berambut ikal. Akrab dipanggil Mama Yosepha, berasal dari Suku Amungme, Papua. Perempuan adat pejuang yang berdiri tegak membela hak asasi manusia dan kedaulatan atas wilayah hidup Suku Agimuga di Amungme yang dirampas oleh PT. Freeport, perusahaan tambang emas dan biji tembaga terbesar di dunia. Memotong pipa Freeport, …

Seminar Nasional PEREMPUAN AMAN

“Kita punya hak yang sama dan dilindungi dalam UU, tapi ada hal-hal yang luput dan belum dilihat pemerintah dan organisasi untuk diperjuangkan”   Jakarta, 6 Agustus 2016 – PEREMPUAN AMAN menggelar Seminar Nasional dengan tema “Menghadirkan Hak-Hak Perempuan Adat dalam Naskah Akademik dan RUU Masyarakat Adat” di Hotel Sahid Jaya, Sudirman- Jakarta kemarin. Dalam kegiatan yang …

Menghadirkan Hak-Hak Perempuan Adat dalam Naskah Akademik dan RUU Masyarakat Adat

Jakarta, 4 Agustus 2016 – Dari Konsultasi Nasional yang digelar oleh PEREMPUAN AMAN pada 19 – 22 April 2016 disadari bahwa Naskah Akademik di tahun 2011 masih belum menggambarkan pengalaman dan realitas sosial dari perempuan adat. Di dalam Naskah Akademik tersebut cenderung mengasumsikan masyarakat adat sebagai entitas yang homogen, padahal didalam komunitas adat terdapat lapisan …

Perlindungan Negara terhadap Perempuan Adat Melalui UU Masyarakat Adat

“Identitas Perempuan Adat melekat erat pada 3 aspek,  yaitu wilayah, pengetahuan dan otoritas didalam komunitasnya” Jakarta, 21 April 2016 – Rancangan Undang-undang tentang pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat yang gagal masuk prolegnas tahun 2016 dimanfaatkan oleh PEREMPUAN AMAN menjadi peluang bagi masuknya ruang untuk menjaminkan hak-hak perempuan adat didalam kebijakan masyarakat adat, dengan terlibat …

Pentingnya Hak Perempuan Adat dalam RUU Masyarakat Adat

Jakarta, 21 April 2016 – Meski Rancangan Undang-Undang tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat gagal masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2016, hal ini tidak mematahkan semangat perempuan adat. Kondisi yang membuat 70 juta masyarakat adat kecewa atas hasil Sidang Paripurna ke-17 DPR di awal tahun, nyatanya memberikan angin segar bagi gerakan perempuan adat. …

PEREMPUAN AMAN Menggelar Rakernas Pertama

Jakarta, 20 April 2016 – Persekutuan Perempuan Adat Nusantara AMAN (PEREMPUAN AMAN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 untuk kepengurusan 2015-2020 dengan tema “Memperkuat Organisasi melalui Wilayah Pengorganisasian” di The Akmani Hotel, Jakarta hari ini. Pelaksanaan rapat tersebut merupakan mandate statuta PEREMPUAN AMAN 2015-2020 yang mewajibkan Ketua Umum menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional sekurang-kurangnya 1 kali …

Sambutan SEK JEND AMAN Abdon Nababan

Selamat Pagi. Apa kabar Perempuan Adat? SEMANGAT!! Masyarakat Adat Bangkit Bersatu. Berdaulat. Bangkit Bersatu. Mandiri. Bangkit Bersatu. Bermartabat!! Terima kasih. Bapak-Ibu, saudara-saudara sekalian, Perempuan Adat. Saya bahagia hadir di tempat ini. Karena itu saya ingin menyambut para hadirin semua, para pendukung setia, Komnas Perempuan. Kita tepuk tangan untuk Komnas Perempuan [yang] selalu bersama kita. Ada …

Perempuan Adat Sebagai Penjaga Ketahanan Hidup Generasi Mendatang

Jakarta 12/11/2015 – Perempuan adat adalah pihak yang paling terpapar langsung oleh dampak perubahan iklim. Kehidupan dan penghidupan mereka yang sebagian besar mengandalkan sumber daya alam terancam dengan pergeseran musim dan perubahan cuaca ekstrim. Hal ini pun mengarah pada punahnya peran utama perempuan adat sebagai penjaga pangan keluarga dan komunitasnya. Namun, dalam berbagai proses perundingan …

Tugas Besar Masyarakat Adat Menjaga Bumi Pertiwi

Sarasehan Perempuan Adat dan Pengelolaan Sumber Daya Alam #TemuNasIIPA Sarasehan Perempuan Adat dan Pengelolan Sumberdaya Alam Bogor 28/ 9/ 2015 – “Jika lingkungan kekurangan air bersih itu akan berdampak pada perempuan dan anak,” kata Ibu Gunarti memulai paparannya pada seminar “Perempuan Adat dan Pengelolan Sumber Daya Alam” dalam rangkaian acara Temu Nasional II Perempuan AMAN …

Memastikan Peran Perempuan Adat Dalam Perubahan

Bogor 27/9/2015 – Mardiana Dereen membuka acara Temu Nasional II Perempuan AMAN yang berlangsung di Bumi Gumati, Bogor 27-29/9/2015 dengan ritual Paramisi Dayak Maanyan, Barito Timur, mohon ijin restu leluhur, dengan simbolsinubuhnya beras (beras ditaruh di atas kepala).Ranu tatungkal membersihkan segala sesuatu yang tidak baik dengan percikan air. Devi Anggraini Ketua OC Temu Nasional II …

Menggali Semangat Juang Perempuan Adat Nusantara

Jakarta 23/9/2015- Sejak Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara I (KMAN I) di Jakarta tahun 1999 suara perempuan adat bersatu sudah dikumandangkan. Waktu itu dalam acara sarasehan “Menggugat Posisi Perempuan Adat atas Masyarakat Adat dan Negara” yang diselenggarakan bersamaan dengan acara KMAN I itu hadir Yosepha Alomang atau lebih dikenal dengan sebutan Mama Yosepha (tokoh dibalik …