PEREMPUAN ADAT & MASYARAKAT ADAT ADALAH SUBJEK UTAMA SDGs

Kertas Posisi PEREMPUAN AMAN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

 

‘Leave no one Behind’ harus berarti benar-benar tidak  boleh ada seorangpun ditinggal dalam pembangunan yang berkelanjutan”

 

LATAR BELAKANG

PBB memperkirakan jumlah masyarakat adat di dunia sebanyak 370 juta jiwa. Sekitar 2/3 dari total populasi masyarakat adat terkonsentrasi di Asia, sehingga Asia dapat dikatakan merupakan wilayah yang memiliki tingkat keragaman budaya tertinggi di dunia. Dengan kekayaan pengetahuan tradisional, warisan dan sistem pengelolaan sumber daya alam berkelanjutannya, masyarakat adat mampu secara aktif berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di negara masing-masing. Namun, masyarakat adat di wilayah Asia kerap dipinggirkan dari rencana pembangunan serta konsep “pembangunan” versi masyarakat adat berangsur-angsur dirusak. Tanah, sumber daya alam dan wilayah masyarakat adat saat ini telah dan masih diambil alih untuk “pembangunan nasional” dan untuk “konservasi” tanpa persetujuan masyarakat adat. Lanjutkan membaca “PEREMPUAN ADAT & MASYARAKAT ADAT ADALAH SUBJEK UTAMA SDGs”

HerStory 3: Memperjuangkan Hak Ulayat dan Kepemimpinan Perempuan Adat di Asia

Buku ini merepresentasikan suara dan pengalaman perempuan adat terutama di Asia yang diperkirakan sebanyak 110 juta jiwa. “HerStory” disusun sebagai kompilasi dari pengalaman perempuan adat Indonesia, Kamboja, India, Nepal, Thailand, Malaysia dan Filipina yang mencerminkan kondisi dan perjuangan akar rumput para perempuan adat. Lanjutkan membaca “HerStory 3: Memperjuangkan Hak Ulayat dan Kepemimpinan Perempuan Adat di Asia”