Sikap PEREMPUAN AMAN atas Konflik di Wilayah Adat Rakyat Penunggu

Papan Kantor Sekretariat BPRPI Kampung Bangun Rejo Dirubuhkan PTPN II (2017)

PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) kembali merampas wilayah adat Masyarakat Adat Rakyat Penunggu. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kemarin (14/12) PTPN II bersama TNI/Polri dan Satpol meratakan kebun, ladang dan rumah Rakyat Penunggu Kampong Bangun Rejo, Deli Serdang, Sumatra Utara.

Perusahaan perkebunan negara tersebut mengaku telah memiliki ijin perpanjangan HGU. Padahal Masyarakat Adat Rakyat Penunggu sudah menyerahkan data terkait wilayah adat langsung ke Presiden RI dan memasukkan data komunitas adat serta wilayah adatnya untuk menjadi lokasi prioritas Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) ke Kementerian ATR dan KSP.

Lanjutkan membaca “Sikap PEREMPUAN AMAN atas Konflik di Wilayah Adat Rakyat Penunggu”

Inisiatif Perempuan Adat Melestarikan Kekayaan Alam

DAS di Paser, Kaltim, menjadi tempat penampungan batu bara sebelum dilabuhkan menuju laut lepas (Dian Yanuardy, 2017)

Kondisi alam di beberapa daerah di Indonesia semakin mengkuatirkan. Banyak hutan dan kebun masyarakat beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Perusakan secara masif terus terjadi. Hutan-hutan hilang, ladang kebun musnah, sawah dan lahan ternak lenyap. Masyarakat adat yang dulunya menggantungkan hidup pada hasil hutan dan ladang kini kehilangan sumber kehidupan mereka. Belum lagi kasus HGU yang terus menghantui masyarakat.

Lanjutkan membaca “Inisiatif Perempuan Adat Melestarikan Kekayaan Alam”

Devi Anggraini: Perempuan Adat adalah sebagai Penjaga Ketahanan Hidup Komunitasnya

Wawancara ini dilakukan oleh Perspektif Baru dengan Melda Wita Sitompul sebagai pewawancara dan Devi Anggraini, Ketua Umum PEREMPUAN AMAN sebagai narasumber. Wawancara ini diedit ulang oleh Dian Yanuardy dan dimuat ulang dalam tulisan ini sebagai sarana dokumentasi dan pendidikan PEREMPUAN AMAN)

Lanjutkan membaca “Devi Anggraini: Perempuan Adat adalah sebagai Penjaga Ketahanan Hidup Komunitasnya”