Inisiatif Perempuan Adat Melestarikan Kekayaan Alam

DAS di Paser, Kaltim, menjadi tempat penampungan batu bara sebelum dilabuhkan menuju laut lepas (Dian Yanuardy, 2017)

Kondisi alam di beberapa daerah di Indonesia semakin mengkuatirkan. Banyak hutan dan kebun masyarakat beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Perusakan secara masif terus terjadi. Hutan-hutan hilang, ladang kebun musnah, sawah dan lahan ternak lenyap. Masyarakat adat yang dulunya menggantungkan hidup pada hasil hutan dan ladang kini kehilangan sumber kehidupan mereka. Belum lagi kasus HGU yang terus menghantui masyarakat.

Lanjutkan membaca “Inisiatif Perempuan Adat Melestarikan Kekayaan Alam”

Devi Anggraini: Perempuan Adat adalah sebagai Penjaga Ketahanan Hidup Komunitasnya

Wawancara ini dilakukan oleh Perspektif Baru dengan Melda Wita Sitompul sebagai pewawancara dan Devi Anggraini, Ketua Umum PEREMPUAN AMAN sebagai narasumber. Wawancara ini diedit ulang oleh Dian Yanuardy dan dimuat ulang dalam tulisan ini sebagai sarana dokumentasi dan pendidikan PEREMPUAN AMAN)

Lanjutkan membaca “Devi Anggraini: Perempuan Adat adalah sebagai Penjaga Ketahanan Hidup Komunitasnya”

Perjalanan PEREMPUAN AMAN dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara 1999-2017

Hasrat menghadirkan sejarah PEREMPUAN AMAN, lahir dari kekhawatiran betapa perempuan-perempuan adat mengalami kegagapan menceritakan organisasinya, bagian dari upayanya memperjuangkan pengakuan identitas diri sebagai perempuan adat. Bukan.. Bukan ingin menyudutkan perempuan adat apalagi menyalahkan mereka. Berkumpul, berbagi, melakukan konsolidasi masih menjadi barang mahal bagi perempuan adat. Hal ini dapat terlihat melalui perjalanan menghadirkan perempuan adat dari Kongres ke Kongres Masyarakat Adat Nusantara. Betapa perempuan adat, harus bertarung sangat keras memastikan mereka tampil dan membuktikan bahwa perempuan adat bagian dari gerakan masyarakat adat. Lanjutkan membaca “Perjalanan PEREMPUAN AMAN dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara 1999-2017”