PROGRAM KERJA

Periode: Tahun 2015-2020

1. Menyelenggarakan pendidikan kritis dan peningkatan kapasitas perempuan adat, melalui :

  • Pendidikan kritis tentang non diskriminasi, kekerasan, kesetaraan dan keadilan gender.
  • Pendidikan kritis dan penanganan pelanggaran hak perempuan adat dalam pengelolaan sumber daya alam dengan menggunakan pendekatan hak asasi perempuan.
  • Pendidikan politik, kepemimpinan dan pengorganisasian perempuan adat.
  • Pendidikan lingkungan, kesehatan dan kesehatan reproduksi bagi perempuan adat.
  • Pendidikan kebudayaan, hukum “adat” dan bantuan hukum/paralegal terhadap perempuan adat.
  • Pengembangan program beasiswa bagi perempuan adat.
  • Pendidikan dan pelatihan pendokumentasian bahasa dan budaya bagi perempuan adat.

Catatan: – Pendidikan melek aksara dan angka dilakukan di Komunitas

  • Program peningkatan kesehatan ibu dan anak dilakukan ditingkat komunitas.

2. Melakukan penguatan ekonomi perempuan adat, melalui:

  • Peningkatan kapasitas managemen usaha perempuan adat.
  • Pelatihan keterampilan pengembangan, mutu produk dan pemasaran.
  • Membangun akses jaringan, permodalan dan pengembangan lembaga pendanaan usaha perempuan adat.
  • Pengembangan teknologi yang ramah terhadap perempuan adat dan lingkungan.

3. Memfasilitasi peningkatan keterlibatan perempuan adat dalam proses pemetaan wilayah adat, proses mewujudkan pengakuan atas wilayah adat, serta pengambilan keputusan terkait pengakuan dan perlindungan serta pemulihan hak-hak perempuan adat di tingkat komunitas, lokal, regional, maupun nasional.

  • Mengembangkan pendekatan dan metodologi pendidikan serta penyediaan kurikulum pendidikan kritis untuk memastikan pewarisan nilai dan sistem adat kepada generasi muda.
  • Memfasilitasi keterlibatan perempuan adat dalam proses pemetaan dan registrasi wilayah adat serta proses mewujudkan pengakuan atas wilayah adat.
  • Memastikan pengetahuan dan pengalaman perempuan adat termuat dalam informasi data sosial peta wilayah adat termasuk pemetaan kekerasan terhadap perempuan adat berbasis budaya.
  • Memfasilitasi perempuan adat masuk dalam parlemen (Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat).
  • Menjamin keterwakilan perempuan adat dalam struktur lembaga adat dan pemerintahan desa, di komunitas-komunitas anggota AMAN.
  • Mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang yang terkait dengan Sumberdaya Alam dan Kebudayaan yang berpihak kepada Perempuan Adat.
  • Membangun mekanisme penanganan dan pemulihan berbasis komunitas bagi perempuan adat korban kekerasan. 

4. Mengelola Informasi Kritis, Dokumentasi dan Diseminasi Pengetahuan

  • Pendokumentasian dan publikasi informasi kritis tentang perempuan adat dalam bentuk cetak, audio-visual.
  • Riset, publikasi dan pembuatan buku tentang berbagai bentuk ketidakadilan gender yang dialami perempuan adat, termasuk kekerasan, pelanggaran HAM perempuan adat dan pembuatan buku catatan pembelajaran dari pengorganisasian perempuan adat.
  • Pendokumentasian bahasa dan kebudayaan antara lain benih, obat-obatan, tenun dan kerajinan lainnya.
  • Membangun jaringan/networking dengan lembaga penelitian, akademisi dan media.

5. Kelembagaan

  • Memperkuat sistem pengambilan keputusan di PEREMPUAN AMAN (terjadinya rapat-rapat di Perempuan AMAN).
  • Memfasilitasi terbentuknya struktur organisasi PEREMPUAN AMAN di Komunitas Adat, Daerah dan Wilayah.
  • Melakukan pendidikan bagi kader-kader penggerak perempuan adat di Komunitas-Komunitas Adat anggota AMAN.
  • Pengembangan kapasitas berorganisasi PEREMPUAN AMAN.
  • Memfasilitasi penggalangan dana untuk penguatan PEREMPUAN AMAN.
  • Memastikan pengembangan, penguatan dan pelaksanaan pengarusutamaan gender dan kebijakan khusus sementara dalam organisasi induk (AMAN), organisasi sayap, dan badan otonom.
  • Pembuatan data dan kartu anggota PEREMPUAN AMAN.
  • Membangun jaringan strategis dan kerjasama PEREMPUAN AMAN di regional, nasional dan internasional.
  • Status legalitas PEREMPUAN AMAN.
  • Pembuatan laporan tentang kondisi pemenuhan HAM perempuan adat ke mekanisme HAM di nasional dan internasional.