PEREMPUAN AMAN Montong Baan Berjuang atas Wilayah Adat

Oleh Rosa’adah

Masa yang terdiri dari Masyarakat Adat dan masyarakat lainnya dalam Aliansi Masyarakat Sembalun Menggugat, menggelar aksi damai menuntut Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy untuk membatalkan izin hak guna usaha (HGU) PT Sembalun Kusuma Emas (SKE) karena dianggap menjadi malapetaka bagi Masyarakat Adat di Sembalun, Nusa Tenggara Barat. Aksi damai itu digelar pada Rabu (24/11/2021).

AMAN yang turut bergabung membela Masyarakat Adat di Sembalun, memberikan dukungan agar izin HGU tersebut dibatalkan oleh Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Lombok Timur. Wilayah adat yang menjadi lokasi HGU itu merupakan sumber penghidupan bagi Masarakat Adat dan masyarakat lokal di Sembalun.

Perempuan adat ikut berjuang bersama. Kami yang merupakan anggota PEREMPUAN AMAN Pengurus Harian Komunitas (PHKom) Montong Baan juga terjun untuk bersama-sama melakukan aksi damai mendukung Masyarakat Adat untuk mempertahankan wilayah adat di Sembalun agar izin HGU itu segera dicabut.

Dewi Kustina, Ketua PEREMPUAN AMAN PHKom Montong Baan, yang ikut dalam aksi damai tersebut menjadi perwakilan dari PEREMPUAN AMAN untuk menyampaikan keinginan Masyarakat Adat, termasuk perempuan adat, di Sembalun.

Aksi damai yang berjalan hampir dua jam tersebut, belum juga membuahkan hasil untuk perwakilan dari kami bisa bertemu dengan Bupati Lombok Timur, sehingga massa aksi merasa kecewa terhadap sikap Bupati Lombok Timur yang tidak berpihak kepada masyarakatnya. Massa aksi juga melontarkan keinginan untuk pindah menjadi bagian dari Kabupaten Lombok Utara.

Masa aksi kemudian berlanjut menuju Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Timur. Kami akan tetap dan berjuang menuntut agar izin HGU PT SKE dicabut, sehingga kami bisa kembali menggarap lahan di wilayah adat yang telah diwariskan turun temurun oleh leluhur kami.

***

Penulis adalah Perempuan Adat anggota PEREMPUAN AMAN di wilayah pengorganisasian PHKom Montong Baan.

link tautan: https://aman.or.id/news/read/perempuan-aman-montong-baan-berjuang-atas-wilayah-adat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *